HomeHow to BuySite MapAbout UsContact Us Mainan Edukatif dan Puzzle IQ Hadiah Ulang Tahun yang Bikin Anak Indonesia Cerdas.
Mainan anak|Puzzle IQ|Puzzle Indonesia|Mainan Edukatif|Souvenir Unik|Hadiah Ulang Tahun|Kado Ulang Tahun|Souvenir Ulang Tahun|Souvenir anak|Souvenir Anak
0 item
23 Desember 2008
Potret Permainan Tradisional Indonesia
Permainan Tradisional bermanfaat untuk mengajarkan nilai-nilai kebersamaan,kejujuran, tanggungjawab, sifat lapang dada (kalau kalah), dorongan untuk berprestasi, dan taat pada aturan. detail

4 Desember 2008
Permainan Tradisional
Walaupun Permainan Tradisional sudah mulai terpinggirkan dalam kehidupan modern, tetapi manfaat dari permainan tradional ini banyak sekali. detail

4 Desember 2008
Permainan Anak
Bermaian adalah cara efektif untuk belajar. Permainan Anak dapat memacu imajinasi anak untuk berpikir cerdas & creatif detail

4 September 2008
Bagaimana Meningkatkan harga Jual Rumah?
Hanya dengan tambahan biaya Rp 25 Ribu, Rumah Anda akan mempunyai nilai jual yang tinggi di mata pembeli. detail

» index berita
Martojono, Jakarta
[URL]
Mainan Edukatif dari Toko Anak Cerdas & Creatif. Benar-Benar membentuk pola pikir anak saya jadi cerdas dan kreatif. Saya beli Fraksi shape 5 dari Toko Anak Cerdas & Creatif. Kemudian saya ajari memai... detail

» isi testimonial
» lihat testimonial
News

Potret Permainan Tradisional Indonesia

23 Desember 2008

Potret Permainan Tradisional di Indonesia

Oleh Dani Wardani

Cing kiripit tulang bajing kacapit.... Masih ingatkah Anda dengan potongan kalimat tersebut? Sambil mendendangkannya, ujung telunjuk tangan kita dan pemain lainnya lekat di telapak tangan seorang teman yang ditunjuk. Akhirnya, beriringan dengan selesainya nyanyian itu, secara cekatan telunjuk kita harus cepat ditarik dari telapak tangan tersebut. Siapa yang telunjuknya tertangkap, dialah yang menjadi pemain awal atau ucing.

Peraturan tersebut adalah salah satu cara anak-anak kita, terutama di pedalaman, dalam mengikuti atau menentukan pihak untuk memulai permainan tradisional. Begitu sederhana, unik, dan kreatif. Siapa pun yang pertama kali menciptakan aturan ini sangat memerhatikan nilai-nilai sportivitas serta memegang prinsip-prinsip kejujuran dan sikap taat aturan.

Dalam pelaksanaan permainan tradisional, hampir tidak pernah ditemukan sikap protes, melanggar aturan yang disepakati, dan sakit hati di antara pihak-pihak yang bermain. Maka, tidak mengherankan, jenis permainan ini begitu banyak peminatnya.

Karakteristik

Permainan tradisional memiliki karakteristik tersendiri yang dapat membedakannya dengan jenis permainan lain. Pertama, permainan itu cenderung menggunakan atau memanfaatkan alat atau fasilitas di lingkungan kita tanpa harus membelinya.

Salah satu syaratnya ialah daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Pasalnya, si pemain harus bisa menafsirkan, mengkhayalkan, dan memanfaatkan beberapa benda yang akan digunakan dalam bermain sesuai dengan yang diinginkan. Tanpa daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi, tuas daun dari pohon pisang, misalnya, tidak mungkin bisa disulap menjadi bentuk permainan bedil-bedilan (pistol-pistolan) atau kuda-kudaan oleh seorang anak.

Karakteristik kedua, permainan tradisional dominan melibatkan pemain yang relatif banyak atau berorientasi komunal. Tidak mengherankan, kalau kita lihat, hampir setiap permainan rakyat begitu banyak anggotanya. Sebab, selain mendahulukan faktor kegembiraan bersama, permainan ini juga mempunyai maksud lebih pada pendalaman kemampuan interaksi antarpemain (potensi interpersonal).

Permainan pris-prisan, misalnya, tidak bisa dimainkan sendiri. Begitu pula dengan sederet permainan lainnya, seperti petak umpet, boy-boyan, congklak, dan somdah. Meski demikian, tetap ada beberapa permainan tradisional yang dimainkan sendiri.

Ketiga, permainan tradisional menilik nilai-nilai luhur dan pesan-pesan moral tertentu. Menurut Sierly, penggagas lomba kau-linan budak di Spirit Camp, bebe-rapa permainan tradisional tidak sekadar menghilangkan stres anak atau membuat fokus dalam pelajaran, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, tanggung jawab, sikap lapang dada (kalau kalah), dorongan berprestasi, dan taat pada aturan. Semua itu didapatkan kalau si pemain benar-benar menghayati, menikmati, dan mengerti sari dari permainan tersebut.

Situasi aktual

Permainan tradisional lahir dari hasil kreativitas yang bersumber pada nilai-nilai kearifan lokal. Dalam bahasa Van Peursen, hal itu merupakan sebuah manifestasi kebudayaan setiap orang dan kelompok yang mengarah pada segala perbuatan manusia, seperti cara menghayati kehidupan. Begitu penting permainan tradisional sehingga pemerintah melalui Dinas Kebudayaan memasukkannya sebagai salah satu bidang garapan. Hal ini merupakan upaya untuk mengonservasi, mendata, merawat, dan melestarikan nilai-nilai budaya kita.

Menurut Hamzuri dan Tiarma Rita Siregar dalam bukunya, Permainan Tradisional Indonesia, permainan tradisional memiliki ragam bentuk dan variasi yang begitu banyak. Setidaknya ada 750 macam permainan tradisional di Indonesia, dan banyak yang belum terinventarisasi. Hal ini mengidentifikasikan bahwa permainan tradisional Indonesia sangat melimpah.

Namun sayang, dari sekian banyak permainan tradisional tersebut, sekarang ini keberadaan sebagian di antaranya sangat sulit ditelusuri dan dilacak, atau bisa dikatakan terancam punah. Hal ini disebabkan antara lain oleh pergeseran zaman. Si pengguna mainan tradisional, terutama anak-anak kita, sudah jarang memainkannya.

Komentar sebagian besar anak Indonesia sekarang, bermain petak umpet atau kelereng, misalnya, tidak up to date lagi. Mereka lebih senang dan tertarik menyendiri dan mengunci kamarnya sambil asyik memijit-mijit tombol stik playstation, yang tidak pernah mengajarkan nilai kepedulian sosial.

Dibutuhkan upaya maksimal baik dari jajaran pemerintah melalui dinas terkait maupun masyarakat sebagai pelaksana dalam melestarikan produk budaya permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai luhur dan pesan moral. Tanpa usaha seperti itu, bersiaplah anak-anak generasi kita sekarang dan mendatang menjadi pribadi yang tidak memiliki identitas kebudayaan.

Dani Wardani Peminat Masalah Budaya
sumber :http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0712/06/Jabar/29891.htm







Baca juga
  » 4 Desember 2008
Permainan Anak
Bermaian adalah cara efektif untuk belajar. Permainan Anak dapat memacu imajinasi anak untuk berpikir cerdas & creatif

  » 4 Desember 2008
Permainan Tradisional
Walaupun Permainan Tradisional sudah mulai terpinggirkan dalam kehidupan modern, tetapi manfaat dari permainan tradional ini banyak sekali.

  » 4 September 2008
Bagaimana Meningkatkan harga Jual Rumah?
Hanya dengan tambahan biaya Rp 25 Ribu, Rumah Anda akan mempunyai nilai jual yang tinggi di mata pembeli.

  » 9 Juli 2008
MEMBENTUK POLA PIKIR CERDAS DAN KREATIF PADA ANAK USIA 1-6 TAHUN DENGAN SISTEM"ATM"
Bagaimana membentuk pola pikir cerdas dan kreatif pada anak usia 1-6 tahun dengan sistem ATM? Kegunaan ATM selama ini hanya untuk menyedot uang dari rekening tabungan kita saja, tetapi di TOKO ANAK CERDAS & CREATIF ( TOKO ACC ), justru ATM dapat digunakan untuk meningkatkan pola pikir yang cerdas creatif pada anak usia 1- 6 tahun. Bagaimana cara kerja ATM untuk meningkatkan kecerdasan anak dengan sistem ATM ? simaklah artikel dibawah ini !

4 user sedang online
Anda pengunjung ke-49,214
Slam
Search:
US$ x Rp. 9,300 =
Rp.  
3 Langkah Jadi Pengusaha Sukses Dalam hitungan Menit
365 Peluang Usaha
3 Jam Langsung Punya Bisnis Online

#Harga yang tercantum Belum Termasuk Ongkos Kirim#

Toko ACC
Divisi Mainan Edukatif : Jl.Percetakan Negara, Gg Muhirin Rt 003/006 No.11, Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10520
Telepon : (021)4251433, 08151632675 ( SMS)

 Divisi Alat Musik Tradisional: Jl. Manis Gg I No. 86 RT 011/01, Gempol, Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur
HP : 0888-11400-47/021-2929-87