MEMBENTUK POLA PIKIR CERDAS DAN KREATIF PADA ANAK USIA 1-6 TAHUN DENGAN SISTEM"ATM"9 Juli 2008
Membentuk pola pikir cerdas dan kreatif pada anak, bukanlah hal yang mudah, karena dibutuhkan kesabaran, dan latihan secara rutin. Anak yang baru lahir pada hakekatnya masih suci, belum ternoda , sehingga segala perilaku anak, kecerdasan, ketangkasan dalam menyelesaikan masalah, rasa empati pada sesama, kesabaran dan segala ucapannya terbentuk karena peranan orang tua, lingkungan, kebiasaan, apa yang sering didengar, dilihatnya. Sebagai contoh Mengapa si anak mau belajar berjalan? Padahal belajar berjalan itu membutuhkan suatu perjuangan yang sangat berat, karena harus jatuh bangun, bahkan kadang sampai kepalanya membentur dinding , tetapi mengapa mereka tetap ingin bisa berjalan ?. Karena mereka melihat orang tuanya berjalan, coba bagaimana jadinya jika orang tuanya kalau setiap hari merangkak saja, pasti anak juga akan merangkak saja hingga mereka besar. Bagaimana membentuk pola pikir cerdas dan creatif pada anak usia 1-6 tahun ? Konsep ATM merupakan cara yang paling mudah untuk membentuk pribadi anak yang sholeh, berpikiran luas, bisa menghargai orang lain, selalu berpikiran positif, membentuk pola pikir yang cerdas dan creatif, sehingga setiap ada masalah selalu muncul ide-ide kreatif untuk menyelesaikannya. Semua cara cerdas dan creatif tersebut dapat terwujud tergantung pada kedua orang tua dan lingkungannya. Cara cerdas dan creatif membentuk jiwa yang cerdas dan creatif yang penuh inovatif dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu ATM ( Amati, Tiru, dan Modifikasi ). Cara ini mudah dilakukan oleh orang tua, karena sifat dari anak usia 1-6 tahun yang paling dominan adalah Mengamati dan Meniru apa yang terjadi disekitarnnya. Berikut cara membentuk pribadi yang kreatif dan inovatif: A :( Amati ) Cara mudah memprogram otak anak agar bisa berpikir cerdas dan creatif adalah dengan cara melatih mereka agar belajar mengamati yang ada disekitarnya,. Kemudian ajarkanlah pada mereka hal-hal yang menyenangkan. Hal-hal yang menyenangkan akan lebih mudah terekam diotak anak, sehingga apabila anak menemui situasi/masalah yang sama dimasa mendatang, akan muncul imajinasi anak tentang sesuatu yang pernah ia lihat, dengar, ataupun sesuatu yang mereka rasakan. Kita sering melihat dan mendengar anak yang sedang menyannyi tanpa disuruh . Setelah saya amati ternyata munculnya kemauan untuk menyanyi tersebut, karena mereka melihat apa yang sedang mereka lihat,dengar, lakukan, baik melalui televisi, tindakan yang pernah lakukan atau memang barang yang berkaitan dengan lagu itu ada didepannya. Misalnya begitu melihat ayahnya pulang dari kerja membawa majalah yang ada gambar burung hantu, imajinasi anak muncul dan menyannyikan lagu BURUNG HANTU. Matahari terbenam, hari mulai malam, ........dst. Kita juga dapat mengajarkan bagaimana bercerita mengenai apa yang baru saja dilihatnya.? Sebagai contoh anak baru saja diajak berjalan-jalan, dan pada waktu di jalan mereka melihat bus, truk, dan kereta . Begitu pulang sampai dirumah si anak ditanya. Tadi jalan - jalan kemana? Tadi dijalan melihat apa saja? dan secara otomatis anak akan menjawab melihat bus, truk dan kereta, yang kemudian akan mencari mainannya yang berkaitan dengannya. T (Tiru ) Anak sangat mudah menirukan apa yang dilakukan oleh orang tua, misalnya orang tua waktu mau pintu mengetuk pintu dan mengucapkan Assamulaikum, anak secara otamatis akan mengikuti untuk mengetuk pintu dan mengucapkan Assalamulaikm, walaupun orang tuanya menyuruh mengucapkan assamulaikum. M (Modifikasi ) Apa yang kita programkan kepada anak melalui AT ( Amati dan Tiru) dapat di Modifikasi menjadi sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang menyenangkan bagi anak adalah bermain .Karena saat anak sedang bermain otak tidak merasa terbebani, sehingga anak dapat melakukan apa saja sesuai dengan daya imajinasi dan kekreatifannya. Salah satu alat permainan dari hasil modifikasi dari Konsep Amati dan Tiru adalah Mainan Edukatif dari TOKO MAINAN EDUKATIF "ACC" karena semua produk mainan edukatif-nya dibuat berdasarkan nama dan bentuk barang-barang yang ada disekitar kita. Misalnya Kereta Angka tarik dibuat dari hasil pengamatan bentuk asli kereta api yang sesungguhnya kemudian ditiru dan dimodifikasi menjadi Kereta Angka tarik dengan modifikasi gerbong kereta diganti dengan sebuah angka dari 1-9 yang dapat digunakan untuk membentuk imajinasi anak untuk belajar berhitung.
|